Senin, 21 Mei 2012

Mengenal Iklim Indonesia

Iklim adalah rata-rata cuaca dalam periode yang panjang. Sedangkan cuaca merupakan keadaan atmosfer pada suatu saat. Ilmu yang mempelajari iklim adalah klimatologi. Meteorologi mempelajari proses fisis dan gejala cuaca yang terjadi didalam atmosfer terutama pada lapisan bawah (troposfer).
Klimatologi berasala dari bahasa Yunani klima dan logos. Klima berarti kemiringan bumi yang terfokus pada pengertian lintang tempat. Logos berarti ilmu.
Meteorologi berasal dari bahasa Yunani, meteoros dan logos. Meteoros berarti benda yang ada didalam udara.
Pembagian klimatologi berdasarkan cakupan daerah kajian:
1.    Makroklimatologi : ukuran global
2.    Mesoklimatologi : ukuran 10-100 km
3.    Mikroklimatologi : ukuran kurang dari 100 m
Sistem iklim terdiri komponen:
1.    atmosfer atau udara
2.    litosfer atau batuan
3.    hidrosfer terdiri dari cair atau air
4.    kriosfer tediri dari es,salju dan gletser.
5.    biosfer terdiri tumbuhan dan mahluk hidup.
Di permukaan bumi banyak sekali macam iklim, untuk menyederhanakan maka dilakukan upaya pengelompokan iklim.
Pengelompokan iklim berdasarkan pendekatan:
1.    Metode genetik : penentu faktor iklim yaitu pola sirkulasi udara, radiasi bersih dan fluks kelembaban.
2.    Metode generik ( empirik).: unsur iklim yang diamati atau efeknya terhadap gejala lain, contohnya manusia atau tumbuhan.
Mayoritas pengelompokan iklim menggunakan metode genetik sekitar 10 % sisanya berdasarkan metode empirik.
Metode Genetik digunakan oleh:
1.    H.Flohn (1950) berdasarkan : sabuk angin global dan ciri curahan
2.    Strahler (1969) berdasarkan: massa udara yang dominan dan ciri curahan.
3.    Budyko (1956) berdasarkan: neraca energi ( indeks radiasi kekeringan).
Metode empirik:
1.    Koppen (1900) berdasarkan hubungan iklim dengan tumbuhan dengan kriteria numerik digunakan untuk menentukan jenis dan unsur iklim.
2.    Thornthwaite berdasarkan evapotranspirasi dan curah hujan.
3.    Miller berdasarkan suhu dan curah hujan.
4.    Schmidt & Ferguson (1951) berdasarkan curah hujan untuk menentukan jumlah bulan kering dan bulan basah.
5.    Oldeman (1975) berdasarkan curah hujan yang difokuskan pada bidang pertanian.
6.    Mohr berdasarkan tingkat kelembaban dengan menyertakan pengaruh curah hujan.
7.    Miller berdasarkan suhu dan curah hujan






Jenis Iklim Flohn (1950):
Jenis Iklim
Karakteristik Curah Hujan
I
Katulistiwa Barat
Basah
II
Tropis
Hujan musim panas
III
Kering subtropics
Kering sepanjang tahun
IV
Hujan musim dingin
Hujan musim dingin
V
Ekstra tropis barat
Curahan sepanjang tahun
VI
Subpolar
Curahan sepanjang tahun tetapi terbatas
VIa
Sub Benua Boreal
Curahan musim panas terbatas, curahan musim dingin kurang
VII
Polar Tinggi
Curahan kurang sekali,salju turun awal musim dingin, curahan musim panas
Jenis Iklim Strahler (1969)
Jenis Iklim
Faktor penentu iklim
I
Iklim lintang rendah
Massa udara katulistiwa dan tropis
a
Khatulistiwa basah
b
Pantai angin pasat
c
Gurun dan stepa tropis
d
Gurun pantai barat
e
Kering-basah tropis
II
Iklim lintang menengah
Massa udara polar dan tropis
a
Subtropis lembab
b
Pantai barat laut
c
Mediterania
d
Gurun dan stepa lintang menengah
e
Benua lembab
III
Iklim lintang tinggi
Massa udara polar dan artik
Subartik benua
Subartik laut
tundra
IV
Iklim daratan tinggi
Ketinggian sebagai penentu iklim
Jenis Iklim Budyko (1956)
Jenis Iklim
Nilai indeks kekeringan
I
Gurun
> 3
II
Separuh gurun
2-3
III
Stepa
1-2
IV
Hutan
0.33-11
V
Tundra
<0.33

Jenis Iklim Koppen (Dr Wladimir Koppen ahli ilmu iklim dari Jerman, 1918)
Koppen membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.
Lambang
Jenis Iklim
A
Iklim Hujan Tropis
Af
Iklim hutan hujan tropis
Aw
Iklim savanna
Am
Iklim monsoon tropis
B
Iklim kering
BSh
Iklim stepa kering
BSk
Iklim stepa sejuk
BWh
Iklim gurun terik
BWk
Iklim gurun sejuk
C
Iklim Hujan Sedang Panas
Cfa
Kelembaban sepanjang musim, musim panas terik
Cfb
Kelembaban sepanjang musim, musim panas panas
Cfc
Kelembaban sepanjang musim, musim panas pendek, sejuk
Cwa
Hujan musim panas,musim panas terik
Cwb
Hujan musim panas,musim panas panas
Csa
Hujan musim dingin,musim panas terik
Csb
Hujan musim dingin,musim panas panas
D
Iklim Hutan Salju Sejuk
Dfa
Kelembaban sepanjang musim, musim panas terik
Dfb
Kelembaban sepanjang musim, musim panas panas
Dfc
Kelembaban sepanjang musim, musim panas pendek, sejuk
Dfd
Kelembaban sepanjang musim, musim dingin dingin luar biasa
Dwa
Hujan musim panas,musim panas terik
Dwb
Hujan musim panas,musim panas panas
Dwc
Hujan musim dingin,musim panas terik
Dwd
Kelembaban sepanjang musim, musim dingin dingin luar biasa
E
Iklim Kutub
ET
Tundra
EF
Salju dan es abadi

Menurut Koppen di Indonesia terdapat tipe-tipe iklim Af, Aw, Am, C, dan D.
  • Af dan Am = terdapat di daerah Indonesia bagian barat, tengah, dan utara, seperti Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Utara.
  • Aw = terdapat di Indonesia yang letaknya dekat dengan benua Australia seperti daerah-daerah di Nusa Tenggara, Kepulauan Aru, dan Irian Jaya pantai selatan.
  • C = terdapat di hutan-hutan daerah pegunungan.
  • D = terdapat di pegunungan salju Irian Jaya.
Kriteria utama iklim A,B,C,D,E
Jenis Iklim
Ciri-ciri iklim
A
Suhu rata-rata bulan terdingin minimal 18C, curah hujan tahunan > evapotranspirasi tahunan.
B
Evapotranspirasi potensial tahunan rata-rata > curahan tahunan rata-rata. Tidak ada kelebihan air.
C
Suhu rata-rata bulan terdingin -3 s.d 18C . Bulan terpanas > 10 C.
D
Suhu rata-rata bulan terdingin < 10 C, bulan terpanas >10 C.
E
Suhu rata-rata bulan terpanas < 10 C, untuk daerah tundra 0 s.d 10 C, untuk daerah salju abadi < 10C.
Kriteria tambahan Iklim Koppen
Jenis Iklim
Ciri-ciri iklim
f
Tidak ada musim kering,basah sepanjang tahun.
m
Monsoon,dengan musim kering pendek,dan sisanya hujan lebat sepanjang tahun.
w
Hujan musim panas
S
Kondisi kering pada musim panas
W
Kondisis kering pada musim dingin

Jenis Iklim
Ciri-ciri iklim
a
Musim panas terik, suhu rata-rata bulan terpanas > 22C
b
Musim panas yang panas, suhu rata-rata bulan terpanas <22C
c
Musim panas yang sejuk dan pendek, rata-rata kurang dari 4 bulan memiliki suhu > 10C
d
Musim dingin yang sangat dingin, suhu rata-rata bulan terdingin < -3C
h
Terik, suhu tahunan rata-rata > 18 C
k
Sejuk, suhu tahunan rata-rata < 18 C
Jenis Iklim Thornthwaite (1933)
Pembagian daerah berdasarkan suhu
Lambang
Ciri-ciri iklim
Karakteristik Tanaman
Indeks P-E
A
Basah
Hutan Hujan
>128
B
Lembap
Hutan
64-127
C
Kurang lembap
Padang rumput
32-63
D
Agak kering
Stepa
16-31
E
Kering
Gurun
<16

Lambang
Ciri-ciri iklim
Indeks T-E
A`
Tropis
>128
B`
Mesotermal
64-127
C`
Mikrotermal
32-63
D`
Taiga
16-31
E`
Tundra
<16
F`
Salju
—————————————
Contoh klasifikasi iklim:
BA`: iklim tropis lembab
BB` :iklim mesotermal lembap
CA`:iklim tropis kurang lembap
DA`:iklim tropis agak kering
DB`:iklim mesotermal agak kering
hhhhhhhh
Iklim Schmidt & Feguson
Menggunakan kriteria bulan sebagai berikut:
Bulan
Curah hujan
Basah
> 100 mm
Lembap
60-100 mm
Kering
< 60 mm
Dengan menggunakan persamaan:
Q = jumlah rata-rata bulan kering
Jumlah rata-rata bulan basah
Tahapan menghitung Q:
1.    Menghitung jumlah bulan kering dan bulan basah tiap tahun
2.    Menjumlahkan hasil no.1 dalm suatu periode (misal 30 tahun)
3.    Menghitung nilai Q
Lambang Iklim
Nilai Q
A (Sangat Basah)
< 0.143
B (Basah)
0.144-0.333
C (Agak Basah)
0.334-0.600
D (Sedang)
0.601-1
E (Agak Kering)
1.001-1.670
F (Kering)
1.671-3
G (Sangat Kering)
3.001-7
H (Sangat Kering Sekali)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar